Tampilkan postingan dengan label brebes. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label brebes. Tampilkan semua postingan

Selasa, 05 Oktober 2021

ANUGERAH SATYALANCANA KARYA SATYA _2021

Pada hari Selasa tanggal 5 Oktober 2021, berlangsung penganugerahan Satyalancana Karya Satya dari Presiden Republik Indoensia, Bapak Joko Widodo. Beberapa ASN Kantor Kemeterian Agama Kabupaten Brebes, termasuk guru PAI mendapatkan anugerah tersebut yang disematkan oleh Kepala Kantor Kementerian Agama Kabupaten Brebes, Bapak H. Fajarin di halaman Kantor kemenag Kabupaten Brebes.


Solahudin, Sochibul Azhar Jatibarang, H. Rosihin Bulakamba

Solahudin, Ma'muron Salem (Pengawas PAI)



M. Hamim, Solahudin, Warid ( wakil Paguyangan)



Penyematan oleh Kepala Kan Kemenag Brebes H. Fajarin)















Solahudin, Suparta Losari, Sochibul Azhar Jatibarang


Sochibul Azhar, Moh. Hofir Ketanggungan Pengawas PAI, Solahudin, Suparta


Kamis, 20 Desember 2018

FASOLATAN: SOLAT HADIAH ( UNTUK MAYIT) DI QUBUR

Ulama Syafi'iyah menganjurkan shalat unsi atau shalat hadiah yang pahalanya ditujukan untuk orang-orang yang sudah wafat. Tetapi shalat sunnah dua rakaat ini lebih baik dikerjakan ketika jenazah baru saja dikebumikan karena dapat meringankan beban jenazah di alam kuburnya. Berikut ini adalah lafal niat shalat hadiah:

أُصَلِّيْ سُنَّةَ الهَدِيَّةِ رَكْعَتَيْنِ لِلهِ تَعَالَى

Ushalli sunnatal hadiyyati rak‘ataini lillāhi ta‘ālā. Artinya, “Aku menyengaja sembahyang sunnah hadiah dua rakaat karena Allah SWT,” (Lihat Perukunan Melayu, ikhtisar dari karya Syekh M Arsyad Banjar, [Jakarta, Al-Aidarus: tanpa tahun], halaman 21). Syekh M Nawawi Banten dalam Kitab Nihayatuz Zain membawa sebuah riwayat perihal tata cara shalat hadiah:

 

 روي عن النبي صلى الله عليه وسلم أنه قال لا يأتى على الميت أشد من الليلة الأولى, فارحموا بالصدقة من يموت. فمن لم يجد فليصل ركعتين يقرأ فيهما: أي في كل ركعة منهما فاتحة الكتاب مرة, وآية الكرسى مرة, وألهاكم التكاثر مرة, وقل هو الله أحد عشر مرات, ويقول بعد السلام: اللهم إني صليت هذه الصلاة وتعلم ما أريد, اللهم ابعث ثوابها إلى قبر فلان بن فلان فيبعث الله من ساعته إلى قبره ألف ملك مع كل ملك نور وهدية يؤنسونه إلى يوم ينفخ فى الصور

 

Diriwayatkan dari Rasulullah, Ia bersabda, “Tiada beban siksa yang lebih keras dari malam pertama kematiannya. Karenanya, kasihanilah mayit itu dengan bersedekah. Siapa yang tidak mampu bersedekah, maka hendaklah sembahyang dua raka‘at. Di setiap raka‘at, ia membaca surat Al-Fatihah 1 kali, Ayat Kursi 1 kali, surat Attaktsur 1 kali, dan surat Al-ikhlash 11 kali. Setelah salam, ia berdoa, ‘Allahumma inni shallaitu hadzihis shalata wa ta‘lamu ma urid. Allahummab ‘ats tsawabaha ila qabri fulan ibni fulan (sebut nama mayit yang kita maksud),’ Tuhanku, aku telah lakukan sembahyang ini. Kau pun mengerti maksudku. Tuhanku, sampaikanlah pahala sembahyangku ini ke kubur (sebut nama mayit yang dimaksud), niscaya Allah sejak saat itu mengirim 1000 malaikat. Tiap malaikat membawakan cahaya dan hadiah yang kan menghibur mayit sampai hari Kiamat tiba.” [Syekh Nawawi Albantani, Nihayatuz Zain, [Bandung, Al-Maarif], halaman 107). Pahala shalat sunnah hadiah ini juga dapat mengalir kepada mereka yang mengamalkannya seperti keterangan sebuah hadits berikut ini:

 أن فاعل ذلك له ثواب جسيم, منه أنه لا يخرج من الدنيا حتى يرى مكانه فى الجنة.

“Siapa saja yang melakukan sedekah atau sembahyang itu, akan mendapat pahala yang besar. Di antaranya, ia takkan meninggalkan dunia sampai melihat tempatnya di surga kelak.” Wallahu a‘lam. (Alhafiz K)

Sumber: https://islam.nu.or.id/post/read/99526/ini-lafal-niat-shalat-unsi-atau-shalat-hadiah-untuk-jenazah

Adapun dalam keterangan lain tentng tata cara sholat hadiah ini adalah seperti dalam gambar ini.




atau lihat di link PDF ini solat hadiah

lama Syafi'iyah menganjurkan shalat unsi atau shalat hadiah yang pahalanya ditujukan untuk orang-orang yang sudah wafat. Tetapi shalat sunnah dua rakaat ini lebih baik dikerjakan ketika jenazah baru saja dikebumikan karena dapat meringankan beban jenazah di alam kuburnya.

Sumber: https://islam.nu.or.id/post/read/99526/ini-lafal-niat-shalat-unsi-atau-shalat-hadiah-untuk-jenazah
lama Syafi'iyah menganjurkan shalat unsi atau shalat hadiah yang pahalanya ditujukan untuk orang-orang yang sudah wafat. Tetapi shalat sunnah dua rakaat ini lebih baik dikerjakan ketika jenazah baru saja dikebumikan karena dapat meringankan beban jenazah di alam kuburnya.

Sumber: https://islam.nu.or.id/post/read/99526/ini-lafal-niat-shalat-unsi-atau-shalat-hadiah-untuk-jenazah
lama Syafi'iyah menganjurkan shalat unsi atau shalat hadiah yang pahalanya ditujukan untuk orang-orang yang sudah wafat. Tetapi shalat sunnah dua rakaat ini lebih baik dikerjakan ketika jenazah baru saja dikebumikan karena dapat meringankan beban jenazah di alam kuburnya.

Sumber: https://islam.nu.or.id/post/read/99526/ini-lafal-niat-shalat-unsi-atau-shalat-hadiah-untuk-jenazah

Rabu, 06 September 2017

SEJARAH DESA KALISUMUR

Nama sebuah desa atau wilayah biasanya tidak lepas dari sejarah atau kisah terbentuknya wilayah pemukiman penduduk pada mulanya. Nama sebuah desa atau wilayah kadang dikaitkan dengan mitologi yang dipegang oleh masyarakat setempat yang mendiami desa atau wilayah tersebut, selain mengambil dari keadaan alam atau wilayah tersebut. Seperti nama Kalisumur yang tidak lepas dari kisah sebuah sungai kecil yang membatasi Desa Kalisumur dan Desa Pamijen di sebelah timur.
Kalisumur konon ditemukan oleh putra seorang Wdana, wedono ( kepala pemerintahan pada zaman kerajaan yang setingkat pemimpin kawedanan atau diatas kecamatan dan di bawah kabupaten ) yang kelak melahirkan seorang tokoh pejuang yang berperan sebagai penyiar agama sekaligus pemimpin pemerintahan desa yaitu Haji Marzuki. Putra wedana tersebut bernama Wangsadireja.
Dahulu sebelum dijadikan pemukiman penduduk, Kalisumur masih berupa tanah kosong yang diselingi pepohonan dan ilalang yang masuk wilayah Kadipaten Lebaksiu. Di sana terdapat sungai yang mengalir dari mata air di kaki Gunung Slamet yang bernama Kali Keruh. Air sebagai sumber kehidupan menjadi sangat penting dan alasan orang-orang dahulu membangun pemukiman di sekitar sumber mata air atau sungai seperti yang dilakukan nenek moyang orang Kalisumur. Karena air sungai Kali Keruh selalu berwarna coklat lumpur sepanjang tahun dan dalam musim apapun, mereka membuat lobang-lobang besar yang tidak begitu dalam untuk mendapatkan air yang lebih jernih dan bersih untuk mereka konsumsi. Mereka membuat galian sumur tersebut di dataran yang lebih rendah dan sering dialiri air ketika hujan agar lebih mudah mendapatkan mata air dan lubang itu tidak hanya satu namun semua orang membuatnya. Lubang tersebut dibuat sepanjang tanah rendah yang berada pada bekas aliran air hujan yang panjang sampai pada wilayah Kaliwadas.
Musim hujan tiba. Hujan yang begitu deras membasahi rongga rongga tanah seperti retakan yang diakibatkan kekeringan selama musim panas dan bekas aliran air yang dilalui air hujan menuju sungai pun dialiri kembali. Namun kali ini aliran aliran-aliran tersebut telah diisi lobang-lobang untuk mendapatkan sumber mata air. Akhirnya aliran air hujan itu berubah jadi genangan air yang dalam dan panjang. Lalu orang disitu menyebut Kali Sumur, Kali atau sungai yang terbentuk karena adanya sumur yang berjajar memanjang. Begitulah kisah kisah/peristiwa yang menciptakan nama sebuah desa bernama Kalisumur.

Selasa, 05 September 2017

IKD 18MEI2025

Kehiatan Silaturrohim dan Arisan rutin bulanan,  Ikatan Keluarga H. Dahlan (IKD) Buaran berangsung pada hari Ahad Kliwon , 18 Mei 2025 berte...