Ulama
Syafi'iyah menganjurkan shalat unsi atau shalat hadiah yang pahalanya ditujukan
untuk orang-orang yang sudah wafat. Tetapi shalat sunnah dua rakaat ini lebih
baik dikerjakan ketika jenazah baru saja dikebumikan karena dapat meringankan
beban jenazah di alam kuburnya. Berikut ini adalah lafal niat shalat hadiah:
أُصَلِّيْ سُنَّةَ الهَدِيَّةِ رَكْعَتَيْنِ لِلهِ
تَعَالَى
Ushalli
sunnatal hadiyyati rak‘ataini lillāhi ta‘ālā. Artinya, “Aku menyengaja
sembahyang sunnah hadiah dua rakaat karena Allah SWT,” (Lihat Perukunan Melayu,
ikhtisar dari karya Syekh M Arsyad Banjar, [Jakarta, Al-Aidarus: tanpa tahun],
halaman 21). Syekh M Nawawi Banten dalam Kitab Nihayatuz Zain membawa sebuah
riwayat perihal tata cara shalat hadiah:
روي عن النبي صلى الله عليه
وسلم أنه قال لا يأتى على الميت أشد من الليلة الأولى, فارحموا بالصدقة من يموت.
فمن لم يجد فليصل ركعتين يقرأ فيهما: أي في كل ركعة منهما فاتحة الكتاب مرة, وآية
الكرسى مرة, وألهاكم التكاثر مرة, وقل هو الله أحد عشر مرات, ويقول بعد السلام: اللهم إني صليت
هذه الصلاة وتعلم ما أريد, اللهم ابعث ثوابها إلى قبر فلان بن فلان فيبعث الله من ساعته
إلى قبره ألف ملك مع كل ملك نور وهدية يؤنسونه إلى يوم ينفخ فى الصور
Diriwayatkan
dari Rasulullah, Ia bersabda, “Tiada beban siksa yang lebih keras dari malam
pertama kematiannya. Karenanya, kasihanilah mayit itu dengan bersedekah. Siapa
yang tidak mampu bersedekah, maka hendaklah sembahyang dua raka‘at. Di setiap
raka‘at, ia membaca surat Al-Fatihah 1 kali, Ayat Kursi 1 kali, surat Attaktsur
1 kali, dan surat Al-ikhlash 11 kali. Setelah salam, ia berdoa, ‘Allahumma inni
shallaitu hadzihis shalata wa ta‘lamu ma urid. Allahummab ‘ats tsawabaha ila
qabri fulan ibni fulan (sebut nama mayit yang kita maksud),’ Tuhanku, aku telah
lakukan sembahyang ini. Kau pun mengerti maksudku. Tuhanku, sampaikanlah pahala
sembahyangku ini ke kubur (sebut nama mayit yang dimaksud), niscaya Allah sejak
saat itu mengirim 1000 malaikat. Tiap malaikat membawakan cahaya dan hadiah
yang kan menghibur mayit sampai hari Kiamat tiba.” [Syekh Nawawi Albantani,
Nihayatuz Zain, [Bandung, Al-Maarif], halaman 107). Pahala shalat sunnah hadiah
ini juga dapat mengalir kepada mereka yang mengamalkannya seperti keterangan
sebuah hadits berikut ini:
أن فاعل ذلك له ثواب
جسيم, منه أنه لا يخرج من الدنيا حتى يرى مكانه فى الجنة.
“Siapa saja
yang melakukan sedekah atau sembahyang itu, akan mendapat pahala yang besar. Di
antaranya, ia takkan meninggalkan dunia sampai melihat tempatnya di surga
kelak.” Wallahu a‘lam. (Alhafiz K)
Sumber: https://islam.nu.or.id/post/read/99526/ini-lafal-niat-shalat-unsi-atau-shalat-hadiah-untuk-jenazah
Adapun dalam keterangan lain tentng tata cara sholat hadiah ini adalah seperti dalam gambar ini.